IPEKA INTEGRATED Christian School » Berita Dan Kegiatan, Berita - SMA » Studi Lapangan Siswa-siswi Kelas 11 di TMII

Studi Lapangan Siswa-siswi Kelas 11 di TMII

Sejumlah tantangan di dalam mengajarkan sains kepada siswa-siswi SMA mencakup pencarian cara-cara efektif untuk memberikan prinsip-prinsip ilmiah dan kesempatan-kesempatan belajar di luar kelas.

Sains atau ilmu pengetahuan alam (IPA) merupakan pelajaran praktik, maka guru IPA patut menyediakan kesempatan untuk studi lapangan. Sejumlah hal positif dari praktik  lapangan adalah peningkatan kemampuan kognitif, dapat melakukan penelitian ataupun analisis, bahkan meningkatkan kepercayaan diri dan memperbaiki sikap para siswa-siswi.

Praktik lapangan ke berbagai lokasi dapat memberikan pengetahuan secara langsung tentang berbagai perihal teknis. Kegiatan seperti ini pula akan membantu siswa-siswi lebih memahami langkah apa yang sebaiknya mereka ambil terkait akademis dan menyediakan saran-saran praktis untuk persiapan memasuki jenjang kuliah. Ini pun akan menambah kesempatan bagi mereka untuk terlibat di berbagai bidang ilmu pengetahuan maupun teknologi.

Sebagai institusi yang memberikan pendidikan berkualitas, kita tidak bisa mengesampingkan keperluan studi lapangan untuk mendukung siswa-siswi.

Lebih lanjut lagi, kurikulum HSC mewajibkan siswa-siswi untuk melakukan praktik lapangan. Lagipula, metodologi sains hanya dapat dipelajari melalui tindakan konkret seperti meneliti, menciptakan metode untuk mendukung penelitian itu, implementasinya, mengevaluasi hasil, sampai pada mengkomunikasi tentang penemuan dari hasil penelitian itu dengan pihak lain.

Studi lapangan mewujudkan langkah-langkah tersebut secara nyata ketimbang latihan-latihan di laboratorium yang secara sederhana sebenarnya sudah diketahui. Sementara, pengalaman melalui praktik lapangan akan menolong mereka untuk memiliki pemahaman mendalam sampai kesenangan belajar sains melalui mempelajari dan mengamati contoh penelitian, mengumpulkan data, melakukan penelitian atau pengamatan, dan menyusun laporan tentang lokasi yang dikunjungi. Bukankah orang-orang pun belajar secara optimal dengan benar-benar mempraktikkan sesuatu yang dipelajarinya? Di dalam sains, hal itu berarti dapat dilakukan misalnya melalui mengunjungi museum, pameran, atau meneliti hasil penelitian orang lain.

Kurikulum awal HSC sains mencakup empat pokok pelajaran, yaitu The world communicates, Electrical energy in home, Moving about, dan Cosmic engine. Melalui kunjungan ke Museum IPTEK di Taman Mini Indonesia Indah, Museum Energi dan Teater 4 Dimensi akan mendukung tiga pokok pelajaran pertama kurikulum HSC itu, dan untuk pelajaran keempat didukung melalui kunjungan ke planetarium di Taman Ismail Marzuki.

Kisi-kisi Studi Lapangan Siswa-siswi Kelas 11

1. Kunjungan ke Museum IPTEK

Sangat menarik melihat siswa-siswi bersemangat melakukan berbagai aktivitas di sini. Mesin-mesin produksi dari BMW dan lainnya di dalam sistem sarana transportasi darat menarik minat banyak siswa.

Di bagian suara dan gelombang, siswa-siswi dapat menciptakan berbagai bentuk gelombang. Alat detektor gempa bumi pun menarik minat mereka. Kemudian, di bagian kelistrikan, generator Van De Graph memikat mereka juga. Di bagian cahaya, ada banyak peralatan yang memperagakan berbagai fenomena optik. Juga, berbagai peragaan hologram, sinar laser, bioskop, fiber optic (serat optik), inverse square law (hukum kuadrat terbalik), pemantulan dari cermin secara sederhana dan peragaan lainnya cukup bermanfaat bagi siswa-siswi.

Hal lain yang menarik minat banyak siswa-siswi adalah struktur bangunan museum itu yang berbentuk lengkungan. Siswa-siswi pun dapat mengetes daya tahan bangunan itu. Mereka menjadi makin tahu tentang banyak hal melalui praktik sendiri dan menemukan berbagai hal.

2. Kunjungan ke Museum Listrik dan Energi Baru

Di sini siswa-siswi mengumpulkan data tentang berbagai metode pembuatan energi listrik di Indonesia. Oleh karena berkaitan dengan salah satu tugas sekolah mereka, alhasil mereka telah mengetahui sebagian besar pembangkit listrik di negeri ini. Contoh alat pembangkit listrik tenaga air menarik perhatian mereka. Sementara itu, sumber-sumber energi lain adalah seperti tenaga matahari, diesel, energi panas, maupun nuklir dan gelombang. Siswa-siswi pun sempat bermain, tetapi dengan pengawasan pembimbing.

3. Kunjungan ke Teater 4 Dimensi

Visitasi berikutnya ke Teater 4 Dimensi. Siswa-siswi menonton film pendek dengan efek 4 dimensi. Filmnya berkaitan dengan galaxy dan luar angkasa. Sebenarnya, rencana awal adalah menyaksikan film di Teater Imax Keong Mas. Tetapi, karena jadwal penayangannya tak pas dengan jadwal kegiatan siswa-siswi, maka harus berubah mengunjungi Teater 4 Dimensi—meski sebenarnya Teater Imax adalah pilihan yang lebih baik bagi mereka.

4. Kunjungan ke Planetarium

Planetarium menyediakan pementasan film spesial untuk siswa-siswi karena telah memesan sebelumnya. Pementasannya tentang konstelasi, matahari dan planet-planet. Pertunjukannya berlangsung selama kurang lebih 40 menit dan menyajikan berbagai topik tentang alam raya. Cukup informatif dan menarik. Itu pun menjadi pengalaman pertama bagi sebagian besar siswa-siswi.

Secara keseluruhan, studi lapangan ini sangat berguna dan berarti bagi siswa-siswi kelas 11 SMA IPEKA International Christian School. Pengalaman ini memampukan mereka untuk berpartisipasi di berbagai kegiatan sains dan mengembangkan pengetahuan mereka dalam IPA. Praktik langsung yang disediakan untuk pelajaran kelas dan penelitian juga dilakukan oleh siswa-siswi yang turut praktik. Hal ini juga membantu meningkatkan pengetahuan mereka tentang teknologi, sistem-sistem dan kontribusi sains yang berdaya guna bagi masyarakat.

Comments are closed.